Kereta api selama ini dikenal sebagai moda transportasi massal yang efisien untuk angkutan penumpang. Namun, peran yang tidak kalah penting adalah sebagai penggerak logistik nasional. Di Sumatera Utara, potensi angkutan barang berbasis rel sebenarnya sangat besar. Keberadaan jalur yang menghubungkan kawasan industri, pelabuhan, hingga sentra perkebunan menjadi modal penting untuk membangun sistem logistik yang lebih murah, aman, dan ramah lingkungan. Sayangnya, potensi perkeretaapian Sumut belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal.
Data operasional menunjukkan angkutan barang di wilayah Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Medan masih didominasi komoditas minyak sawit mentah (CPO), peti kemas, dan bahan bakar minyak (BBM). Di satu sisi, angkutan peti kemas dan BBM menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang 2026. Namun di sisi lain, angkutan CPO justru mengalami penurunan yang sangat tajam. Kondisi ini menjadi gambaran bahwa sektor logistik perkeretaapian masih sangat bergantung pada dinamika pasar dan pola distribusi industri.
Lanjut di sini
Komentar
Posting Komentar