Langsung ke konten utama

Soemitro Djojohadikoesoemo, Begawan Ekonomi Indonesia



Soemitro Djojohadikoesoemo, yang juga ayah dari Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, lahir di Gombong, Kebumen, pada 29 Mei 1917. Beliau, merupakan anak sulung Raden Mas Margono Djojohadikusumo, yang juga pendiri Bank Negara Indonesia, bernama Siti Katoemi Wirodihardjo.

Soemitro malangsungkan kuliah di Netherlands School of Economics, sekarang Erasmus University Rotterdam, dan mendapatkan gelar Bachelor of Arts.  Selanjutnya beliau melanjutkan kuliah hingga mendapat gelar doctor di universitas yang sama.  

Soemitro menikah dengan Dora Marie Sigar, yang memiliki empat anak, yaitu Biantiningsih, yang menjadi lulusan Harvard, Maryani, seorang ahli mikrobiologi, Prabowo Subianto, presiden Indonesia, dan Hashim Djojohadikusumo, seorang pengusaha
Pada tahun 1950, Soemitro  dipercaya menjadi Menteri Perdagangan dan Perindustrian Republik Indonesia pada tahun 1950, dan kemudian menjadi Menteri Keuangan  tahun 1955 hingga 1956.  

Tahun 1955, ia mendirikan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), dan mengusung Fakultas Ekonomi U I menjadi pusat studi andalan. Dari tahun 1942 hingga 1994,  ia menulis sekitar 130 buku dan makalah. Di Universitas Indonesia, Sumito sempat menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi.
pada 1957, Sumitro bergabung dengan PRRI/Permesta, dan tinggal di luar negeri. Ketika Suharto menggantikan Sukarno, beliau menugaskan Ali Murtopo,  untuk memulangkan Soemitro ke Indonesia.
 
Selanjutnya, Sumitro diangkat menjadi Menteri Perdagangan dari 1968 hingga 1973, dan Menteri Negara Riset  1973 sampai dengan 1978.  Bapak dari Presiden Prabowo ini tutup usia pada 9 Maret 2001 di Jakarta setelah berjuang melawan penyakit jantung, Di usia hampir 84 tahun.

Profil Soemitro Djojohadi koesoemo


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah yang terjadi ketika Mahasiswi Cantik ini Ingin Hapus tatonya

Saat itu mahasiswa cantik yang bernama Pasuda Reaw mendapatkan informasi adanya klinik yang bisa menghapuskan tato dengan menggunakan teknik Rejuvi. Rejuvi merupakan sebuah metode pada kulit untuk menghilangkan tato. Satu di antaranya adalah menggunakan laser, yang bentuknya menyerupai sebuah pistol kecil. Sebuah terobosan baru bagi orang yang ingin menghilangkan tato di tubuhnya dengan mudah tanpa mengalami rasa sakit yang berlebihan Ketika datang ke klinik tersebut, Pasuda percaya dan yakin bahwa tato bergambar mawar di dadanya itu akan segera hilang. Dan proses penghilangan tato pun di mulai. Pada awalnya, apa yang diinginkan gadis berusia 21 tahun tersebut berjalan sesuai dengan rencana. Akan tetapi, 2 bulan kemudian   Pasuda merasakan kesakitan pada kulit di bekas tato yang dingin dihilangkannya. Tanpa diduga, proses penghapusan tato menggunakan metode itu justru membuat kulitnya mengalami....   Baca lanjutannya di sini : Inilah yang Terjadi ketikaWani...

Cara mengatasi Anak Terlambat Bicara

Salah satu hal yang membahagiakan orang tua adalah jika melihat anaknya bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Hal itu biasanya ditandai dengan tumbuhnya kemampuan anak sesuai dengan umurnya, seperti kemampuan untuk melihat, duduk, belajar berdiri serta berjalan, berbicara, bersosialisasi dan kemampuan lainnya.  ​ Salah satu hal yang sering menjadi perhatian orang tua adalah adanya gangguan bicara pada anak. Para orang tua pasti khawatir ketika melihat buah hatinya belum bisa berbicara padahal teman-teman sebayanya sudah mulai ceriwis untuk berkomunikasi dengan orang lain. Seorang anak digolongkan terlambat bicara jika umur anak sudah mencapai 2 atau 3 tahun tapi belum juga bisa berbicara dengan lancar atau hanya bisa mengucapkan potongan kata saja. Dalam kondisi normal, anak usia 1,5 tahun sudah bisa mengucapkan minimal 5 kata secara konsisten seperti mama, papa, ini, itu dan ketika anak berusia 2 tahun dia sudah bisa merangkat beberapa kata sederhana....

BPOM Umumkan 5 Obat Sirup Terkontaminasi EG di Atas Ambang Aman

Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM) akhirnya mengeluarkan rilis tentang obat sirup yang diduga mengandung cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) . "Berdasarkan pengecekan dan pengujian secara sampling terhadap 39 bets dari 26 sirup obat sampai dengan 19 Oktober 2022, menunjukkan adanya kandungan cemaran EG yang melebihi ambang batas aman pada 5 (lima) produk," tulis BPOM dalam keterangan tertulis, Kamis (20/10/2022). BPOM juga menyampaikan bahwa sirup obat yang diduga mengandung cemaran EG dan DEG kemungkinan berasal dari 4 (empat) bahan tambahan yaitu propilen glikol, polietilen glikol, sorbitol, dan gliserin/gliserol. Dan ke-empat bahan tersebut bukan bahan yang berbahaya atau dilarang untuk digunakan dalam pembuatan sirup obat. Berikut daftar obat tersebut seperti yang disampaikan BPOM Termorex Sirup (obat demam) Produksi PT Konimex dengan nomor izin edar DBL7813003537A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml. Flurin DMP Sirup (obat batu...